Blogger news

Pages

Sidik Jari


4 Sistem Pembacaan Sensor Sidik Jari
“Letakkan Jari Anda.” terdengar dari dalam mesin suara operator mesin Fingerspot.
Sidik Jari mulai saya letakkan sebanyak dua kali kemudian saya simpan. Setelah itu saya mencoba keluar dari menu utama dan mencoba verifikasi jari. Dan hasilnya Scan sidik jari saya diterima oleh mesin.
Dari hal tersebut kita periksa lebih detail bagaimana sistem mesin sidik jari membaca data yang selanjutnya digunakan sebagai verifikasi. Sensor sidik jari yang kita gunakan untuk absensi, verifikasi password, managemen akses atau perangakt mesin yang mengkombinasikan dengan perangkat kunci seperti akses kontrol menggunakan beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Masing-masing tekhnik-pun berbeda-beda. Berikut ini kami uraikan beberapa sistem pembacaan yang kita temuka di beberapa sistem sensor sidik jari elektronik, baik sensor online maupun stand alone.
1. Optical (Optis)
Description: http://sidik-jari.com/wp-content/uploads/2011/04/optic_fingerprint_sensor_img.jpgTeknik pembacaan sidik jari dengan optical atau optis mempunyai sistem merekam pola sidik jari dengan menggunakan blitz(cahaya). Alat pembaca sidik jari atau fingerprint scanner yang digunakan adalah berupa digital cammera (kamera digital). Untuk lapisan paling atas area untuk meletakkan ujung jari atau permukaan sentuh (scan area). Di bawah scan area, terdapat lampu blitz atau pemancar cahaya yang difungsikan untuk menerangi permukaan ujung jari. Karena sidik jari terkena cahaya maka akan menghasilkan pantulan dari ujung jari yang selanjutnya ditangkap oleh alat penerima. Data tersebut selanjutnya disimpan ke dalam memori.
  • Kelemahan:
Metode ini adalah hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari. Jika kualitas sidik jari rusak atau luka, maka kualitas hasil pembacaan akan tidak bagus. Kelemahan lain adalah tehnik ini bisa diakali dengan jari palsu.
  • Kelebihan:
Tehnik ini mempunyai keuntungan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.

2. Ultrasonik
Description: http://sidik-jari.com/wp-content/uploads/2011/04/ultrasonik_fingerprint_sensor_img.jpgUltrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang sangat tinggi dan tidak bisa didengar oleh telinga manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kilo Hertz. Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair dan gas.
Tehnik ini hampir sama dengan tehnik yang digunakan dalam dunia kedokteran seperti alat pendeteksi penyakit atau USG. Dalam tehnik ini, digunakan suara berfrekuensi sangat tinggi untuk menembus lapisan epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibuat dengan menggunakan transduser piezoelektrik. Pantulan frekuensi tersebut diterima menggunakan alat yang sejenis. Selanjutnya pola pantulan ini dipergunakan untuk menyusun citra sidik jari.
Dengan Pembacaan ultrasonik, tangan yang kotor tidak menjadi masalah. Demikian juga dengan permukaan scanner yang kotor tidak akan menghambat proses pembacaan.
  • Kelemahan:
Karena sistem teknologi ultrasonik ini mempunyai keunggulan yang lebih maka biaya produksi untuk membuat sistem ini lebih mahal.
  • Kelebihan:
Sistem Ultrasonik tidak hanya mendeteksi permukaan atau tekstur sidik jari namun lebih detail sampai ke dalam epidermal kulit, sehingga jari kering atau kulit mengelupas tidak terlalu menjadi masalah.

3. Capacitive (Kapasitans)
Description: http://sidik-jari.com/wp-content/uploads/2011/04/kapasitant_fingerprint_sensor_img.jpgTehnik Kapasitans menggunakan cara pengukuran kapasitant untuk membentuk citra sidik jari. Scan area dan kulit ujung jari yang bersentuhan sebagai kapasitor dari sistem ini. Karena tekstur sidik jari mempunyai ridge (gundukan) dan valley (lembah) pada maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang akan berbeda.
  • Kelemahan:
Sistem pembacaan kapasitans adalah adanya listrik statis pada tangan. Untuk menghilangkan listrik statis ini, tangan harus ditanahkan atau grounding.
  • Kelebihan:
Sistem ini mempunyai pembacaan permukaan sidik jari yang detail sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama dari pada sistem pembacaan lainya. Namun,
dewasa ini sistem ini dikembangkan dengan tingkat akurasi pembacaan yang dapat diatur.
4. Thermal (Suhu)
Description: http://sidik-jari.com/wp-content/uploads/2011/04/thermal_fingerprint_sensor_img.jpgTehnik Thermal sistem pembacaan dengan menggunakan perbedaan suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) tekstur sidik jari untuk mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah dengan menggeser ujung jari (swap) diatas lapisan scan area. Apabila ujung jari hanya diletakkan saja, dalam waktu singkat, suhunya akan sama karena adanya proses keseimbangan.
  • Kelemahan:
Karena sistem ini membaca suhu dari ujung jari maka dibutuhkan jari yangmempunyai kondisi yang normal dan waktu untuk menggeser atau menggosok jari agar di dapat data yang falid
  • Kelebihan:
Dewasa ini sistem pembacaan sidik jari ini banyak diminati dan dikembangkan karena scan area yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibanding dengan sistem pembacaan lainya.
Demikian beberapa tehnik sistem yang digunakan pembacaan sensor sidik jari berikut kelebihan dan kelemahannya yang kami lansir dari berbagai sumber terpecaya di bidang teknologi sidik jari.
 

Blogger news

Blogroll

About

free counters